Catatan Pemberdaya DTilu

Catatan Pemberdaya DTilu

Jujur dari awal "penolakan" Dtilu untuk ikut seleksi yg ada dalam pikiran saya adalah, kalaupun DTilu bisa ikut seleksi mungkin saja itu hanya sebagai *formalitas* untuk meredam gejolak dari rekan2 DTilu di lapangan. Terlepas dari tepat atau tidaknya pikiran saya tersebut yang jelas saya yakin bahwa yang memberi kita Rizki bukan OC, bukan Satker, Bukan Dirjen, Bukan pula negara (semua sudah diatur ketika ruh di tiupkan dalam kandungan) *TAPI* berdo'a, berikhtiar, berusaha adalah kewajiban bagi kita.

Ahhh sudahlah.. ikuti saja alur dan proses nya, kalau memang pintu Rizki itu masih dari program ini, yaaa Alhamdulillah, kalaupun tidak saya yakin ketika satu pintu tertutup akan ada pintu lain yang terbuka. terlebih membangun masyarakat tak harus lewat KOTAKU juga kan yaa..

Lalu untuk REMU..
Itu adalah hak kita yang harus diperjuangkan atas kewajiban yang telah dilaksanakan (terlepas dari benar atau tidaknya pelaksanaan di lapangan tak perlu saya tunjuk orang atau mengangkat tangan saya sendiri). Wajib dan harus diperjuangkan apapun resikonya.

*ada dapur yang harus ngebul*
*ada anak yang minta susu*
*ada anak yang minta jajan*
*ada anak yang harus sekolah*
*ada istri yang harus belanja*
#MGA
#ManaGajiAink

Share this:

Related Posts
Newest Post
Disqus Comments