Memotivasi dan Memberikan Kepercayaan Kepada Anak

Memotivasi dan Memberikan Kepercayaan Kepada Anak

Banyak Orang Tua yg baru bangga pada anaknya bila anak bisa ini/itu, bila anak mencapai ini/itu, akhirnya Orang Tua terjebak pada ambisinya sendiri.

Saat Orang Tua hanya bangga pada anak bila anaknya mencapai ini/itu, maka anak akan merasa bahwa ia hanya disayangi bila ia berhasil capai ini/itu.

Akhirnya ada anak yg motivasinya hanya ingin membuat Orang Tuanya terkesan & bukan tergerak karena kesadaran diri untuk berkarya dalam hidup ini. Ada pula anak yg akhirnya frustasi karena setiap kali mencapai sesuatu tidak dihargai, apalagi saat tidak mencapai sesuatu.

Ayah bunda...
Situasi seperti ini yg akhirnya membuat anak merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri karena yg ia lakukan selalu menurut ukuran orang lain.

Bila kita bangga pada anak hanya pada saat anak mencapai ini/itu, maka itu = kita bangga namun ada "syarat & ketentuan berlaku".

Anak-anak belajar menerima dirinya sendiri dari cara kita menerima diri anak dalam kehidupan kita,
Anak-anak belajar menerima kehadiran kita dari cara kita menerima kehadiran anak,
ia bangga pada Orang Tuanya seperti cara Orang Tuanya bangga padanya.

Cukuplah kita bangga untuk sekedar jadi Orang Tuanya Anak-anak, tanpa syarat.

Bangga itu soal memberi, bukan soal meminta anak menjadi seperti ini/itu.

Share this:

Related Posts
Disqus Comments